Konflik Prioritas yang Melekat pada Proses Tailoring Governance COBIT 2019

Pada COBIT 2019 terdapat metode Tailoring Governance yang merupakan pengembangan dari metode Goal Cascading versi sebelumnya yaitu COBIT 5, dengan tujuan untuk menyelaraskan tujuan bisnis Perusahaan dengan tujuan IT Perusahaan. Tailoring Governance dilakukan dengan mempertimbangkan 10 Design Factor dan Focus Area yang dapat mempengaruhi sistem tata kelola, termasuk penentuan proses prioritas yang akan diimplementasi dan akan dinilai tingkat kematangannya. 

Proses Tailoring Governance dilakukan dengan cara mengisi nilai pada 10 Design Factor yang sudah ditentukan dari COBIT 2019, tentunya dengan menggunakan toolkit dan formulasi yang sudah ditentukan, yang tujuan akhirnya adalah untuk menentukan prioritas implementasi dan target nilai yang ingin dicapai. Penilaian 10 design factor tersebut dapat dilakukan bersama-sama dengan tim IT perusahaan melalui Forum Group Discussion, serta dengan mempertimbangkan kebutuhan TI di saat ini dan masa depan. 

Output dari Forum Group Discussion ini adalah prioritas hasil formulasi di semua aspek design factor, namun hasilnya belum dapat dikatakan final sebelum dipresentasikan ke manajemen dan kepada pimpinan tertinggi TI di perusahaan. Pada studi kasus di beberapa perusahaan, ketika dipresentasikan ke manajemen dan pimpinan, prioritas hasil FGD tersebut akan dilakukan validasi dengan kesesuaian nilai-nilai design factor.  Hasil validasi ini, tidak menutup kemungkinan akan merubah jumlah dan prioritasnya, karena nilai-nilainya telah disesuaikan  kembali terhadap nilai-nilai design factor. 

Aktivitas terakhir dari Proses Tailoring Governance adalah Conclude the governance system design, dimana pada tahapan ini terdapat aspek yang harus dipertimbangkan yaitu Resolve inherent priority conflicts. Dalam tahapan ini, bisa jadi muncul beberapa pertimbangan yang kadang dapat menimbulkan konflik prioritas yang tidak bisa dihindari atas kebutuhan Perusahaan di masa depan. Biasanya aspek ini didapatkan sebagai hasil insight dari manajemen atau pimpinan tertinggi TI di Perusahaan. Setelah tahapan akhir ini diterapkan pada hasil Tailoring Governance, maka hasil ini menjadi kesepakatan proses prioritas final yang dapat dijadikan baseline untuk menuangkannya ke dalam IT Governance System Roadmap Perusahaan. 

Perusahaan dapat mengetahui kerangka kerja IT Governance System yang sesuai dengan kebutuhan para pemangku kepentingan (stakeholder) termasuk hal-hal pemanfaatan IT dalam memberikan manfaat atau value bagi Perusahaan. Langkah awalnya yaitu dengan menjalankan Tailoring Governance. Melalui proses ini, IT dapat melihat sejumlah komponen yang terkait satu dan lainnya secara holistik dan komprehensif serta sesuai dengan postur dan karakteristik Perusahaan yang unik.

Tidak bisa dihindari bahwa saat ini penting bagi perusahaan untuk mulai menciptakan ekosistem IT Governance System yang dapat memberikan nilai ke Perusahaan dan mengerti kebutuhan Stakeholder. 

Equine Global sebagai salah satu Perusahaan Konsultan terbaik dan terbukti selalu memberikan solusi berdasarkan metodologi dan standar Internasional, bersedia menjadi rekan kerja Perusahaan Anda dalam memberikan solusi IT Governance yang utuh, holistik dan komprehensif sesuai keunikan masing-masing Perusahaan.

Penulis: Rita Sopia 



Open chat
Hello! Can we help you? :)

Please fill in your full name and office email address so we can answer your queries accordingly.