skip to Main Content

PERAN DUNIA STRATEGIC PLAN UNTUK “IT”

Dunia perencanaan strategis selalu menjadi topik strategis yang menarik dan penuh tantangan. Ketertarikan terhadap disiplin ilmu ini sudah ada semenjak kami konsultan Equine mendalami “Strategic Planning”baik dari ilmu Manajemen Bisnis maupun dari ilmu Manajemen Teknologi Informasi (TI).

Sebagai akademisi dan praktisi, kami merasakan perkembangan kebutuhan pasar di Indonesia terhadap perencanaan strategis teknologi informasi Perusahaan. Untuk beberapa jenis industry tertentu, Rencana Strategis ini lebih dikenal sebagai Master Plan Teknologi Informasi (MPTI).

Para konsultan menyaksikan dan mengamati satu demi satu customersmendapatkan manfaat strategis dan teknis dari adanya MPTI, dari berbagai industri dan bermacam kondisi TI nya.

  1. Konsultan semakin memahami betapa pentingnya MPTI bagi Perusahaan, dari interaksi untuk mewawancarai para Kepala-kepala Divisi hingga diminta mendapatkan konfirmasi langsung strategi / arahan TI perusahaan langsung dari Direksi.
  2. Dari aktivitas konsultan memotret kondisi perencanaan TI yang masih sektoral, terpisah untuk masing-masing area, hingga menyaksikan customerpuas karena mereka bersama berhasil menyusun perencanaan komprehensif terstruktur yang disetujui Manajemen. Perencanaan yang dimana arsitektur bisnis ditunjang arsitektur aplikasi, arsitektur aplikasi ditunjang arsitektur teknologi. Dan tidak lupa kesemuanya itu ditunjang rencana penyiapan SDM, proses, organisasi sesuai best practice tata kelola TI.

Dari pendampingan ke pendampingan, industri satu ke industri lainnya, konsultan semakin yakin bahwa teori best practicesulit untuk langsung diadopsi, mengingat keunikan setiap perusahaan baik dari segi jenis industri, strategi, aturan dan budaya internal, kebutuhan, kondisi dan kendala yang ada saat ini, hingga ekspektasi di masa mendatang. Disinilah praktisi ahli dibutuhkan, untuk meningkatkan kesuksesan penyusunan dan kualitas MPTI, seraya di sisi lain menurunkan secara signifikan risiko kegagalan kesia-siaan akibat dihasilkannya MPTI yang tidak sesuai, tidak realistis, atau tidak menciptakan nilai tambah dari TI Perusahaan.

Konsultan ahli berperan membantu menerapkan teori best practice. Konsultan dengan pengalamannya memfasilitasi tim inti MPTI Perusaahaan untuk berkoordinasi secara tahap demi tahap menyusun MPTI yang sesuai dengan keunikan perusahaan.

Penerapan MPTI pada Perusahaan kami sendiri

Hal yang menarik, dimana selain membantu para Perusahaan merencanakan transformasi TI nya, beberapa prinsip MPTI pun kami gunakan dalam menjalankan bisnis konsultasi ini, seperti berikut :

  1. Untuk memotret kondisi, kami menggunakan analisis SWOT, dilanjutkan identifikasi strategic initiativesdengan matriks TOWS.
  2. Secara high level, kami menggunakan strategy map dari balanced scorecarduntuk menurunkan strategi Perusahaan pada unit bisnis konsultasi dan menyamakan persepsi sasaran yang hendak dituju.
  3. Terkait marketing, kami memanfaatkan strategy canvas, red/blue/purple ocean strategy, serta porter five forcesuntuk positioning dan mengidentifikasi competitive advantage.
  4. Terkait delivery, kami menentukan salah satu dari strategi: operational excellence, customer intimacy, atauproduct leadership dari “The Discipline of Market Leaders” yang dipopulerkan Michael Treacy & Fred Wiersema.
  5. Terkait consultant workforce, kami menentukan model yang tepat diantara Gartner’s Sourcing Models yang paling sesuai.
  6. Tidak lupa Project Management Body of Knowledge (PMBOK)dari PMI kami jadikan acuan dalam pengelolaan proyek untuk tercapainya target waktu, biaya, dan kualitas.

Dengan menggunakan prinsip-prinsip best practiceini dalam menjalankan bisnis konsultasi ini, semakin kami termotivasi agar para customers kami pun dapat merasakan manfaatnya, mensukseskan transformasi TI nya, dan menjadikan pengelolaan TI nya semakin mudah.

 

Author:
Muhammad Arief Saputra S.Kom, M.T.I, CISA, ITIL, EDRP, CLA ISO20000, CLI ISO27001*Arief merupakan Master Teknologi Informasi jebolan IT Governance Lab Universitas Indonesia, yang mendalami dunia praktisi sebagai General Manager dari Equine Advisory Services. Selama 15 tahun menekuni dunia teknologi informasi (TI), Arief telah menjalani berbagai peran konsultasi TI. Mulai dari programmer, system analyst, project manager, hingga menjalani perannya sebagai strategic consultant.